RSS
Write some words about you and your blog here

Diam (dan ternyata bukan emas)

Bahasa kami adalah diam.
Dia berbohong dengan diam.
Gw berpura-pura tidak tahu dengan diam. Lalu bilang, "oh, everything is ok."
Bodoh dia kalau percaya gw gak papa.
Kenapa diam?
Karena gw menunggu ke-ju-jur-an.
Kenapa dia diam?
Karena gw terlalu emosional?
Kalau dia menganggap seluruh hidup gw adalah ledakan-ledakan, baiklah..
Biar aja kita menjadi bisu, bukan?
Kalau kita diam tidak ada yang sakit-menyakiti.
Menurutmu begitu?
1 tahun lalu gw setuju dengan pendapat itu.
Waktu itu gw diam juga, bukan?

Sekarang gw butuh jujur.
Egois? Memang. Diapun tau gw egois.
1 hal, kalau dia jujur gw akan memasang telinga.
Gw akan diam mendengar.
Bukan meledak.
Masih memilih diam?
Yasudah, biar nanti gw saja yang duluan memulai.
Tapi tidak sekarang.
Asal tahu saja, gw sudah baca semua.
Semua pertanda itu.

3 komentar:

Smita mengatakan...

silence is gold, but it ain't easy yah ki?
hiiihihi :)

eh aku link yah blog mu hihi..

kiki mengatakan...

kurang lebih begitulah smita-kuuu :)
ok, aku link balik ya punya kamu!

mia mengatakan...

setujuuuu sama smitaaa...
(jempool)

Smita mengatakan...

silence is gold, but it ain't easy yah ki?
hiiihihi :)

eh aku link yah blog mu hihi..

kiki mengatakan...

kurang lebih begitulah smita-kuuu :)
ok, aku link balik ya punya kamu!

mia mengatakan...

setujuuuu sama smitaaa...
(jempool)